Kawasan Pantai Nampu yang Asri

Kawasan Pantai Nampu memiliki pemandangan yang asri. Tumbuhan endemik dikawasan pantai tersebut diantaranya adalah pohon pandan yang tumbuh lebat diantara tebing-tebing yang menjulang.

Rumah Masyarakat yang Tradisional

Rumah Masyarakat di kawasan Pantai Nampu mayoritas berdindingkan kayu. Suasana tersebut menjadikan pemandangan yang unik bagi pengunjung yang datang ke Pantai Nampu.

Pohon-pohon Kelapa di Sekitar Rumah Warga

Kawasan desa Nampu memiliki keunikan dengan banyaknya pohon-pohon kelapa yang menjulang. Masyarakat memanfaatkan pohon kelapa tersebut untuk pembuatan gula.

Kerukunan Masyarakat Kawasan Pantai Nampu

Seperti masyarakat Jawa pada umumnya, masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Nampu hidup rukun dengan keramahtamahan antara sesama dan pengunjung.

Keistimewaan Pantai Nampu

Pantai Nampu memiliki keistimewaan pasir putih dan kondisi pantai yang bersih. Selain ombak yang cukup besar, cakrawala di atas Pantai Nampu menjadi pemandangan yang unik.

Showing posts with label Rumah Masyarakat. Show all posts
Showing posts with label Rumah Masyarakat. Show all posts

Tuesday, May 22, 2012

Rumah Masyarakat Kawasan Pantai Nampu



Rumah masyarakat di kawasan pantai nampu masih terbilang tradisional. Meskipun sudah banyak rumah yang dibangun dengan model bangunan dengan cor beton, keramik, dan sebaginya, mayoritas rumah di kawasan tersebut masih berdinding kayu dan berlantaikan tanah. Jumlah rumah warga setempat yang mencapai 66 rumah, lebih dari 75 % masih berdinding kayu dan lebih dari 50 % masih berlantaikan tanah.

Selain mengenai kondisi rumah tradisional yang mayoritas berdinding kayu dan berlantaikan tanah, kawasan rumah pantai nampu seperti kawasan pantai pada umumnya, ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa yang menjulang. Menariknya kawasan desa ini bila dibandingkan dengan kawasan desa pesisir pantai lainya, masyarakat setempat lebih memilih memanfaatkan nira kelapa untuk membuat gula, dari pada diambil kelapa mudanya untuk dijual sebagai minuman es degan. Masyarakat setempat bahkan lebih memilih menjadi perajin pembuat gula merah dari pada menjadi nelayan.

Jarak  antara rumah yang satu dengan rumah yang lainnya relatif dekat. Jalan-jalan di kawasan tersebut cukup rapi dengan cor beton yang menghubungkan antara rumah yang satu dengn rumah yang lainnya. Selain rumah yang rapid an jalan-jalan kecil yang bersih, di tengah desa tersebut juga terdapat sungai kecil yang airnya begitu jernih dan bermuara di pantai Pringjono, sehingga pengunjung bisa lansung mandi setelah bermain di pantai tersebut.

Kondisi  demografis tanah di desa tersebut  tidak rata karena berada di antara perbukitan. Kelebihan dari kondisi ini, memberikan sensasi pemandangan tersendiri karena dari sudut jalan tertentu, orang bisa melihat pemandangan rumah-rumah dan pohon kelapa yang cukup menarik. Selain itu, bukit-bukit di pinggir desa juga menawarkan pesona tersendiri karena keasrian dan tentu udara yang segar dan suara-suara burung yang bersahutan.